puisi


Bismillah.

Antara cara yang paling efektif untuk aku menenangkan diri di saat jiwa tersesak adalah dengan membaca bait-bait puisi hasil tulisan manusia-manusia. Pada aku, puisi itu ada padanya jahitan bahasa yang dapat menyembuhkan koyakan semangat yang mungkin tidak disengajakan.

Ada manusia langsung tidak memandang puisi sebagai ubat penenang bahkan tidak memahami bahasa tersirat yang diselit dicelah gigian abjad dibarisan puisi.

Kalau bukan mencari-cari puisi, lirikan lagu pula akan di cari.  Mencari yg tersirat di sebalik perenggan puisi atau lirik, sudah cukup memenuhi kekosongan dijiwa.

“Mungkin seseorang itu bila mendengar sesuatu mesej, ia sedikitpun tidak tersensasi; tetapi apabila mesej yang sama digubah dalam bentuk puisi, ia tiba-tiba menggembirakan orang yang gundah gelana, menggerakkan yang lalai dan mendekatkan matlamat yang dulunya dirasai amat jauh..”

Sebahagian daripada syair itu mempunyai hikmah; sebagaimana yang disabdakan oleh Rasullah (saw).

“Intonasi dalam percakapan samalah seperti melagukan suara. Tujuannya ialah mengesankan pemikiran melalui tindakan mengesankan jiwa.”

-Muqaddimah Al Muntalaq-

Ternyata kegemaran aku pada puisi bukan saja-saja Allah berikan.

Alhamdulillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s