Ole-ole


Bismillah. =)

 

Kaki lenguh suda gara-gara berjalan seharian. Saya cepat-cepat mendapatkan bas yang berangka 38 di stesen bas kota metropolitan itu setelah tersedar jam di tangan sudah melewati angka 11.30 tengah hari. Alhamdulillah, sempat.

 

Saya mengambil posisi agak tengah dalam bas tersebut. Terus duduk sambil menarik lafas lega. Urat-urat di paha dan di betis sudah ke stage fatigue saya kira. Sakit dan mencucuk-cucuk pula rasanya. Alahai, jalan terhincut-hincutlah saya gamaknya lepas ni ~

 

Ole-ole dari Indon!

 

Adnin mengeluarkan tiga buah buku dari dalam beg galasnya. Buku hasil karya Oki Setiana Dewi yang masih berbalut kemas dengan plastik lutsinar.

Tanpa meminta izin, terus saya capai buku tersebut. Lalu membaca sinopsis yang tertulis di belakang. Hmm, menarik!

 

‘Nah, pilih la hop mane so kene..’, Adnin mempelawa.

‘Eh, nak bagi free ke ni?’, soal saya yang sebenarnya sudah berkeinginan.

‘Holah.’ Jawabnya ringkas.

‘Woah, buku dari Indon sih. Hanya 45 ooo rupiah kok.’, saya bercanda.

Tadaaa..!
*Hasil ehsan snap gambar daripada handset Puan Mama.

Ini lah rupanya. Maaf kabur pulak gambarnya. -_-

 

Baru saya tahu.

 

Sekarang baru saya tahu buku apa yang sebenarnya menarik minat saya untuk terus membaca. Dan baru saya sedar kenapa saya kurang meminati novel. ๐Ÿ™‚

Sepertimana buku Oki di atas, alhamdulillah saya sudah mengunyah dan menghadamnya lewat sejam yang lalu (sebelum saya berblogging ini). Nanti saya cerita kan sedikit apa yang telah saya baca selepas ini. ๐Ÿ˜‰

Rupa-rupanya saya lebih meminati penceritaan kisah benar yang di tulis penulis instead of hanya rekaan semata-mata. Ia berkaitan dengan mencedok realiti untuk santapan rohani. Bukan semata teori dalam membentuk manusiawi. Oh!

Jadi, tidak pelik kalau bahan bacaan saya terutama berbentuk motivasi banyaknya dari karya Ustaz Pahrol dan Ustaz Hasrizal. ^^

 

Pelangi mbak Oki.

-sambungan kondisi saya di atas bas-

Setelah lenguh saya hilang, saya capai buku tersebut. Menanti sosok tubuh Driver Bas datang memungut wang, saya sempat meneguk beberapa ilmu hasil pembacaan dari buku tersebut.

Okey, saya rasa agak tidak adil untuk mbak Oki sekiranya saya tulis semua apa yang ada dalam buku ini. Baiklah, saya quote sahajalah beberapa mutiara kata yang dapat korang amik sebagai tauladan. ๐Ÿ™‚

‘Satu hal yang aku yakini, ketika Allah mengurniakan manusia dengan akal pikiran, tidak mungkin ada manusia bodoh. Ya, tidak ada manusia bodoh, yang ada adalah manusia tidak mau belajar!’

Suatu hari, aku pernah iseng bertanya Prof Helmi, ‘Prof, apa motivasi anda untuk menjadi professor?’. Beliau menjawab singkat, ‘Saya ingin bermanfaat bagi orang lain.’

‘Sungguh Allah Maha Adil. Yang telah menciptakan setiap umat manusia sedarajat di hadapanNya. Aku bisa ini, kau bisa itu. Ada hal yang ku tak kuasai, namun kau kuasai. Begitulah sebaliknya. Kita saling melengkapi.’

‘Jika harta itu kita taruhkan di tangan kita, kita mudah membagikannya kepada mereka yang membutuhkan. Tetapi jika harta itu kita di simpan di hati, berhati-hatilah.. Kerana sesungguhnya kita sedang dalam miskin yang sebenarnya.’

‘Manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupanya.’

 

Orait. Setakat itu saja quotenya. ^^ Semoga beroleh maanfat walau hanya dengan sebaris kata-kata.

Last but not least, jadilah orang yang gila membaca buku bukan pada membeli buku. Ouch! hehe..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s