seDIAM embun pagi


Assalamualaikum w.b.t.

Bismillahirrahmanirrahim.

Suatu ketika itu,
akan ada suatu hari saya akan bercakap terlalu banyak.

Dengan harapan,
cakap-cakap saya itu dengar.

Namun saya silap.
Terkadang untuk di dengar bukanlah dengan cakap2, tapi cukup sekadar menggunakan bahasa isyarat.

Saya akur dengan itu.
Banyak cakap, banyak salahnya.

Barangkali sudah berjuta hitungan dosa saya bahkan mungkin sudah pun menjangkau INFINITI.

Sedari itu, saya memilih untuk ..

Ada banyak yang boleh di tafsir.

Mungkin saja saya tiada idea, jadi lebih baik saya diam.
Mungkin saja saya lapar, jadi tiada mood untuk bercakap.
Mungkin saja saya marah, jadi diam itu penyembuhnya.

tapi apa yang pasti,

Diam itu cara saya meluahkan perasaan sedih saya kepada sesiapa yang tidak pernah mengerti perasaan saya.

Oh, terlupa!
Diam juga salah satu cara untuk saya memahami sesuatu kondisi.
LISTEN is SILENT.

Hmmm.

Bila mana saya memutuskan untuk berDIAM DIRI,
saya benar2 maksudkannya.
Di saat itu, tiada walau sepatah yang akan saya keluarkan.
Cukuplah memandang dari kejauhan.

Itu saya.

Enggan mengulas.
Takut tersalah bicara.
Yang akhirnya banyak hati yang bakal terguris.

*************************************************************

Bicara saya yang DIAM :

Lain gaya dan rentak pemikir dan penggerak. Boleh jadi pemikir hanya berfikir. Tapi apa yang pasti penggerak itu berfikir sebelum memulakan gerak.

[saya yang ketika dalam kondisi : diam itu penyembuhnya]

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s