saya LEMAS!


Assalamualaikum w.b.t.

tolong!

Alhamdulillah, dalam kehangatan petang Khamis ini, Allah Yang Maha Berkuasa maseh lagi memberikan kekuatan JANTUNGku untuk berdegup degap dengan sempurna.

Di saat molekul-molekul udara semakin hari semakin tercemar, Allah menganugerahkan sistem paru-paru yang lengkap kepadaku sebagai alat ‘tapisan’ udara yang kotor sebelum buat ‘check in’ dalam badan ini. Allahurobbi.

Selawat serta salam kepada Rasulullah S.A.W. dan juga ahli bait baginda. 🙂

*********************************************************************************************************

Selama hampir tiga bulan saya berada di Puncak Alam dengan bertungkus lumus memerahkan segenap tenaga demi menuntut ilmu fardhu kifayah ini.

Namun, dalam memerah dan di perah, ada benda yang sebegitu penting saya terlupa untuk tekankan. Benarlah kata-kata Hukamak, sekiranya kalian mengejar sesuatu, kalian akan kehilangan sesuatu.

****************************************************************************************************************

Apa dia ye agaknya?

iaitu …

saya lupa untuk tekankan AGAMA dalam diri saya. 🙂 err, bukan bermakna saya melupakan agama ye. Ia sekadar lupa untuk MENEKANkannya dalam hidup saya umunya dan diri saya khususnya. Berlumba-lumba untuk mendapatkan A+ setiap subjek, sehingga terlupa A+ tidak pernah pun memastikan ‘U ARE QUALIFIED!’.

Jika dahulunya saya amat rajin untuk membaca buku-buku ilmiah + fakta-fakta sirah. Kini, saya dapati perasaan ‘enthusiasm’ membaca semakin hari semakin hilang sifat itu dalam rutin harian saya.

Jika dahulu saya amat dahagakan info-info terkini mengenai negara dan luar negara. Kini, ia hanyalah ‘air’ yang sudah tidak enak lagi buat saya.

Jika dahulu keperibadian srikandi-srikandi Islam menjadi dambaan saya..
Kini, ia hanyut bersama arus permodenan.

Astaghfirullah.
Begitu senangnya diri ini di perbudakkan oleh Dunia!
Begitu mudahnya jiwa ini di tonggang tebalik oleh nafsu syahwat yang memenjara!

Suatu Hari.
Saya ‘update’ status dalam FB.

‘Tolong sorang! Saya LEMAS dengan kejahilan saya sendiri!..’

Kakak Naqibat ku menyapa : Alhamdulillah, sekurang-kurangnya Amalia tahu yang sekarang ni Amalia sedang lemas..

Saya tersentap seketika. Ye, sekurang-kurangnya saya tahu saya sedang LEMAS. Alhamdulillah.

Keadaan saya yang dalam kelemasan ini, membuatkan saya merindui zaman sekolah dahulu. Jika saya LEMAS, akan ada sahabat yang akan terjun berenang dan menarik saya ke tepian. Namun kini, saya LEMAS bersendirian. Tiada siapa yang mahu terjun dan berenang ke arah saya dan menarik saya ke tepian seperti sedia kala.

Persoalannya : Adakah harus untuk saya terus LEMAS tanpa belajar dan berusaha BERENANG ke tepian?

tak de sape ke nak tolong?

Berbekalkan ilmu yang sedikit cuma, saya cuba untuk ‘berenang’ ke tepian. Walau kadangkala ‘laut’ mengganas dan hampir menenggelamkan saya ke dasar lautan. Saya kuatkan ‘kuakan’ dua belah kaki saya agar tujahannya mampu menaikkan saya ke atas. Tangan saya ‘gigih’ meredah badai yang sekali sekala pukulan ombak melemahkannya. Alhamdulillah, saya sudah semakin ke tepian. Tapi memerlukan sedikit masa lagi untuk sampai ke sana.

Dengan masa lapang yang Allah berikan kepada saya kini, cepat-cepat saya ‘kobek’ ceramah3 yang ada di dalam You tube. Dan Alhamdulillah, saya menjumpai khazanah ilmu yang ramai TIDAK MEMPEDULIKANnya!

___________________________________________________________________________________________________________

Ceramah dari Pak Ustaz Aggym yang melembutkan jiwa dan mententeramkan sanubari.
Cubalah luangkan masa untuk mendengar.

Kata Pak Ustaz :

saudaraku,
bagaimana ssorang hendak bergerak kepada Allah,
sedangkan hatinya maseh terbelenggu dengan nafsu syahwatnya.

bagaimana bisa membuka pinta gerbang kedekatan dengan Allah
jika masih melumuri dirinya dengan air dosa dan belum mencucikan dirinya.

Tambahnya lagi :

satu noktah, bersihkan.
Jangan biarkan noktah3 itu berkumpul menebal.
bagaimana ia sangat sulit untuk membersihkan.

Kehilangan solat tepat waktu, Istighfar.
salah bicara, Istighfar.
Makan sesuatu yang meragukan, Istigfar.
bahkan menolong orang terlambat, Istighfar.
bangun solat malam terlewat, Istighfar.

penuhi dgn Istigfar.

Kalau cermin sudah berkilau-kilau, kita bisa melihat siapa diri kita.
dan orang lain pun bisa memanfaatkan cermin ini.
Saya yakin anda pun mampu untuk berenang ke tepian. Di saat tiada siapa untuk membantu, tiada pelampung untuk di berikan kepada kamu! Enjoy la dalam menghayatinya! 🙂

dan yang paling menyentapkan saya :

Kita rindu sekali agar di bimbing oleh Allah.
Allah lah yang Maha Tahu semua ilmu yang membuat kita sampai kepadaNya.
Allah Maha Tahu bagaimana kita bisa mengenalNya.

Maka kuncinya adalah ‘wat taqullah’ (takwa kpd Allah)
Berusaha sekuat tenaga menjadi orang mendekatiNya dengan cara mengamalkan ilmu yang ada.

‘Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya, Nescaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahui oleh kita…’

***************************************************************************************************************

Kata hati : Jom, re-enovate hati kita. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s